Nestapa, AsaJanuary 18, 2007 9:41 am

Ajari aku, cara untuk berlari,
sebab aku, hampir lupa,
kakiku terlalu lama tak berlari,
bahkan berjalan pun jarang.

Ajari aku, cara untuk berlari,
sebab aku, hampir lupa,
kakiku terlalu sering dipake berdiri,
menonton orang-orang berkelahi.

Ajari aku, cara untuk berlari,
biar aku bisa berlari …

riza - 10 september 2003

Nestapa, Asa 9:34 am

aku terkepung …
tertusuktusuk …
tersungkur …
terkapar …

terik tak terasa lagi.
terang tak terlihat lagi.
terbenam takkan terbit lagi.

aku teriak!
aku terbang!
aku terkam!
aku terjangterjang!

teruslah…
teruslah…

rizapn, duasatu april duaribuempat

Asa 9:30 am

Langkahmu sudah seribu,
langkahku tak beda jauh,
larimu sudah menggebu,
lariku berpeluh-peluh.

Jalan di depan kita,
memang masih terlihat panjang,
tapi jalan di belakang,
juga nampak begitu panjang.

Jangan lagi ditengok,
kita sudah sekian jalan,
terlalu sayang untuk diabaikan.

rizapn - duapuluh empat maret duaribu empat

Nestapa, Asa 9:24 am

Aku geram,
sebab kau tak henti berteriak,
padahal aku ini tuli.

Aku kesal,
karna kau tak henti berceloteh,
padahal aku juga bisu.

Tapi aku tak heran,
sebab kau tak pernah mengerti aku …

rizapn - sepuluh maret duaribu empat

Angkara, AsaJanuary 6, 2006 6:57 am

Dan kau kini tak lagi perlu,
jiwaku toh terlalu penuh,
dengan bahagia dan ceria,
di tiap ujung dan sudutnya,
tak ada lagi tempat…

Memikirmu adalah sia,
mendengarmu adalah lara,
menganggapmu adalah duka,
hidupku tanpamu,
bagai di dalam sorga.

Pergilah jauh …
langkahku, masa depanku,
jangan lagi kau ganggu,
menatap…
berlari…
terbang…
tanpamu !

rizapn – semar duaributiga

    Prev >>