Angkara, AsaJanuary 6, 2006 6:57 am

Dan kau kini tak lagi perlu,
jiwaku toh terlalu penuh,
dengan bahagia dan ceria,
di tiap ujung dan sudutnya,
tak ada lagi tempat…

Memikirmu adalah sia,
mendengarmu adalah lara,
menganggapmu adalah duka,
hidupku tanpamu,
bagai di dalam sorga.

Pergilah jauh …
langkahku, masa depanku,
jangan lagi kau ganggu,
menatap…
berlari…
terbang…
tanpamu !

rizapn – semar duaributiga

Angkara, NestapaDecember 15, 2005 1:00 pm

Padang bayang berpendarpendar,
penuh amarah bergolakgolak,
padang bayang bersahutsahut,
merah gerah, merah membara,
padang bayang, berhalusinasi.

Padang bayang berputarputar,
sedu sedan tersedaksedak,
padang bayang berpencarpencar,
putih perih, putih berbuihbuih,
padang bayang, berhalusinasi.

Padang bayang beriringiring,
tanpa rupa tiada beda,
padang bayang berjajarjajar,
tanpa makna tanpa arti,
padang bayang, berhalusinasi.

rpn - jakarta, 5 august 2003
*) kemarahan, kesedihan, terkadang tanpa makna

Angkara, Nestapa 11:44 am

Aku Bukan Siapa-Siapa

Kenapa selalu mencurigaiku,
aku toh bukan maling,
kenapa selalu mendustaiku,
aku toh bukan lawan,
kenapa selalu memataiku,
aku toh tanpa rahasia,
kenapa takut kepadaku,
aku bukan siapa-siapa…

aku,
mei sembilan lapan