Gubrak… gubrak…
hatiku jatuh,
entah oleh sebab apa,
tak begitu jelas.

Dug Gludug Gludug,
hatiku jatuh,
bergelinding-gelinding,
mencari tempat yang lebih rendah,
tanpa arah tanpa tujuan.

Tuengngng…
tengtengtengtengteng …
hatiku jatuh,
menimpa periuk tembaga,
kepanasan,
berkelejat-kelejat,
lantas terdiam.

Hatiku jatuh,
tak sisakan apa-apa.

rizapn - duapuluh empat maret duaribu empat