Kemarin aku di bandung,
sholat jumat di sebuah masjid kampung,
semua berpeci, semua bersarung,
sedang aku berkaos dan hanya celana.
Pikirku langsung melayang,
terbayang langgar keluarga di depan rumah,
dengan kentongan kecil dan toa seadanya,
tanpa kran, tanpa sajadah.
Kami-kami kecil berebut wudhu,
melilit sarung, memiringkan peci,
lantas dengan riang mengumandangkan,
puji-puji ikhlas menjelang sembahyang,
hingga satu dari kami berlari,
memukul keras membunyikan kentongan,
dan satu lainnya melantunkan qomat,
tanda kakek sudah datang,
imam tetap pada hampir setiap sholat.
Jakarta telah membunuh sebagian diriku,
dan aku rindu sekali …
rizapn - empat juli duaribu tiga
