Nestapa, AsaJanuary 18, 2007 9:41 am

Ajari aku, cara untuk berlari,
sebab aku, hampir lupa,
kakiku terlalu lama tak berlari,
bahkan berjalan pun jarang.

Ajari aku, cara untuk berlari,
sebab aku, hampir lupa,
kakiku terlalu sering dipake berdiri,
menonton orang-orang berkelahi.

Ajari aku, cara untuk berlari,
biar aku bisa berlari …

riza - 10 september 2003

Nestapa, Asa 9:34 am

aku terkepung …
tertusuktusuk …
tersungkur …
terkapar …

terik tak terasa lagi.
terang tak terlihat lagi.
terbenam takkan terbit lagi.

aku teriak!
aku terbang!
aku terkam!
aku terjangterjang!

teruslah…
teruslah…

rizapn, duasatu april duaribuempat

Cinta, Nestapa 9:33 am

Akulah sang perahu,
terombang-ambing di laut keresahan,
layarku compang, camping, tersobek,
tiangku retak, sebentar hampir patah, roboh.

Akulah sang perahu,
di tengah badai samudra gundah,
di terik siang, dalam dingin malam,
aku sendiri … terapung tanpa daya.

Akulah sang perahu,
di tiap pantai damparanku,
aku bertanya …
inikah labuhan akhir resahku ?

tokyo, 16 nov 94 11:46

from “The Old Story of RizaPN”

Intermezzo, Nestapa 9:31 am

Gubrak… gubrak…
hatiku jatuh,
entah oleh sebab apa,
tak begitu jelas.

Dug Gludug Gludug,
hatiku jatuh,
bergelinding-gelinding,
mencari tempat yang lebih rendah,
tanpa arah tanpa tujuan.

Tuengngng…
tengtengtengtengteng …
hatiku jatuh,
menimpa periuk tembaga,
kepanasan,
berkelejat-kelejat,
lantas terdiam.

Hatiku jatuh,
tak sisakan apa-apa.

rizapn - duapuluh empat maret duaribu empat

Asa 9:30 am

Langkahmu sudah seribu,
langkahku tak beda jauh,
larimu sudah menggebu,
lariku berpeluh-peluh.

Jalan di depan kita,
memang masih terlihat panjang,
tapi jalan di belakang,
juga nampak begitu panjang.

Jangan lagi ditengok,
kita sudah sekian jalan,
terlalu sayang untuk diabaikan.

rizapn - duapuluh empat maret duaribu empat

    Prev >>